Home > Posting Media > Islam Kaum Muda di Eropa

Islam Kaum Muda di Eropa

October 30, 2008 Leave a comment Go to comments

Hari Jum’at (24/10/2008) diselenggarakan sebuah diskusi yang menghadirkan Amel Boubekeur, seorang peneliti Center for the European Public Studies yang berkedudukan di Brussels, Belgia. Diskusi mengangkat tema Islam and Youths in Europe. Beberapa catatan penting dalam diskusi tersebut adalah:

Perjumpaan antara Islam sebagai sebuah agama dengan ragam kebudayaan kontemporer adalah sebuah keniscayaan. Tak hanya sebuah pertemuan, bahkan di antara keduanya sangat dimungkinkan terjadi dinamika dan dialektika, apalagi ketika kebudayaan kontemporer itu juga menyangkut kaum muda sebagai bagian penting kebudayaan kontemporer.

Dalam konteks Eropa, khususnya Perancis, dialektika ini telah memunculkan sintesa baru tentang islam utamanya mengenai mekanisme dakwah yang diusung oleh kaum muda. Hal ini terlihat dalam sintesa musik rap yang di usung oleh Méhdi Zaouiche (Medina), yang tidak hanya menjadikan musik rap sebagai moda komunikator budaya pop saja. Tapi lebih dari itu, musik rap mampu menjadi media dakwah islam yang tetap berpegang pada etika kebersamaan, amal, dan saling bertanggung jawab.

Bagi Amel Boubekeur –yang tengah menyelesaikan program doktoralnya pada the Ecole des Hautes Etudes en Sciences SocialesEcole Normale Supérieure EHESS-ENS Paris, Fenomena ini menjadi unik dan baru, bahkan gerakan ini ia sebut sebagai “Islam sejuk” yang sedikit banyak telah mewarnai Islam di eropa yang tidak lagi monolitik. Meskipun diakui gerakan ini tetap mengalami pergesekan dengan negara sekular Perancis.

Selain tentang Islam dan Kaum muda, Amel Boubekeur juga concern dalam kajian multikulturalisme dan migrasi, radikalisasi, gender, kebijakan institusional dan politik. Pemikiran-pemikiran Amel Boubekeur ini dapat dilacak dalam karya-karyanya, diantaranya, Islam kaum muda : Hijab, hubungan cinta dan pernikahan (L’Harmattan, 2004), European Islam: The Challenges for Public Policy and Society (dengan Samir Amghar dan Michael Emerson, CEPS/Open Society Institute, 2007) serta Whatever Happened to the Islamists? Salafism, Heavy Metal Muslims and the Lure of Consumerist Islam (dengan Olivier Roy, Columbia/Hurst, 2008).

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: