Home > Campur Baur > Lagu Asli dari Mars Muhammadiyah

Lagu Asli dari Mars Muhammadiyah


Sejak pertama mendengar lagu mars Muhammadiyah atau nama populernya lagu “Sang Surya” saya telah terpikat. Intro lagu yang lambat dan sahdu tetapi ketika reffrain menghentak-hentak, seakan-akan menggugah penyanyi dan pendengarnya untuk bersemangat dalam aktivitas memajukan ummat.

Mars Muhammadiyah menurut informasi yang saya terima dari mulut ke mulut adalah gubahan Bapak K.H. Djarnawi Hadikusumo, tepatnya tahun berapa saya juga tidak tahu, karena informasi itu hanya menyebutkan nama penggubah saja. Menurut informasi juga dan diyakini beberapa kalangan bahwa Mars tersebut gubahan dari lagu yang dinyanyikan Ummi Kultsum.

Beberapa tahun yang lalu saya mencoba googling untuk mencari lagu asli dari Mars Muhammadiyah dan menemukan lagu A’tini an-Nay, lihat di sini. Tetapi lagu ini dinyanyikan oleh Fairouz bukannya Ummi Kultsum seperti pemahaman banyak orang. Untuk melacaknya saya mencoba menggunakan keyword “Ummi Kultsum” dan mencoba mendengar lagu-lagu yang dibawakan olehnya. Anehnya tidak ada satupun lagu yang berjudul A’tini an-Nay atau lagu yang memiliki nada yang sama dengan Mars Muhammadiya.

Pencarian ini membawa pada kesimpulan bahwa Mars Muhammadiyah merupakan gubahan dari lagu A’thini an-Nay yang dinyanyikan oleh Fairouz. Kesimpulan ini dikuatkan dengan pencipta lagu ini yaitu Kahlil Gibran, sang Pujangga Arab Libanon dan Fairouz adalah diva di Libanon. Sedangkan Aransemen lagu ini dibuat oleh Najib Hanksh, salah satu maestro musik di negara ini.

Lalu lagu ini dinisbatkan dengan Ummi Kultsum? Mungkin jawabannya adalah bahwa 1) di Indonesia Ummi Kultsum lebih tenar dibanding Fairouz, 2) lirik-lirik lagu yang berbahasa Arab selalu dikaitkan dengan negara Saudi Arabia ataupun Mesir –tanah tumpah darah Ummi Kultsum, dan 3) Ummi Kultsum beragama Islam sedangkan Fairouz adalah seorang Kristen Maronit. NB. Untuk yang terakhir ini bukanlah masalah baru bagi Muhammadiyah, karena sejak awal Muhammadiyah –melalui Kyai Ahmad Dahlan, telah mendatangi banyak gereja dan bertukar pikiran dengan Romo dan Pastur untuk belajar tentang administrasi dan manajemen organisasi.

Silahkan klik di sini untuk mendowload lagu Mars Muhammadiyah dan klik di sini untuk mendowload mp3 A’thiny an-Nay. di Bandingkan dengan lagu yang dinyanyikan Fairouz di bawah ini:

LIRIK LAGU MARS MUHAMMADIYAH

Sang surya telah bersinar
Syahadat dua melingkar
Warna yang hijau berseri
Membuatku rela hati

Ya Allah Tuhan Robbiku
Muhammad junjunganku
Al Islam agamaku
Muhammadiyah gerakanku

Reff

Di Timur fajar cerah gemerlapan
Mengusir kabut hitam
Menggugah kaum muslimin
Tinggalkan peraduan

Lihatlah matahari telah tinggi
Diufuk Timur sana
Seruan Illahi Robbi
Sami’na waatho’na

LIRIK LAGU A’TINI AL-NAY

Singer: Fairuz | Lyrics: Kahlil Gibran | Music: Najib Hankash

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia:

Berilah Aku seruling, niscaya kan Ku nyanyikan lagu tentang rahasia keabadian
Suara seruling akan abadi, bahkan setelah akhir keberadaan

Apakah Kau pernah pernah sepertiku menjadikan hutan sebagai rumah dan bukannya istana
Mengikuti aliran sungai dan memanjat bebatuan

Apakah Kau pernah mandi di lautan parfum dan mengeringkannya dengan cahaya
dan meminum fajar laksana anggur di gelas eter

Berilah Aku seruling, niscaya kan Ku nyanyikan lagu tentang rahasia keabadian
Suara seruling akan abadi, bahkan setelah akhir keberadaan

Apakah Kau pernah sepertiku, duduk di sore hari di antara pohon-pohon anggur
Dan buah anggur yang bergantungan bagaikan bintang kejora keemasan

Apakah Kau pernah tidur beralaskan rerumputan dan berdindingkan ruang tanpa batas
Menunggu dalam damai apa yang akan datang dan melupakan apa yang telah berlalu

Beri aku seruling, niscaya ku kan bernyanyi, karena menyanyi adalah keadilan hati
dan suara seruling akan abadi bahkan setelah lenyapnya dosa-dosa

Beri aku seruling, niscaya ku kan bernyanyi dan melupakan segala penyakit atau penawarnya
Sesungguhnya kehidupan manusia bagai garis yang ditulis, tetapi dengan tinta dari air

Terjemahan dalam Bahasa Inggris:

Give me the flute and sing, song is the secret of immortality
and the whimper of the flute remains, even after the end of existence

Did you ever take the forest like me as a house and never a palace
and you followed the rivers and climbed the rocks

Did you bathe in perfume and dry in light
and you drank the dawn as a wine in glasses of ether

Give me the flute and sing, song is the secret of immortality
and the whimper of the flute remains, even after the end of existence

Did you sit in the afternoon like me, among the grape vines,
And the grape clusters dangled like golden chandeliers

Did you make your bed on grass and covered by the vastness of space
Humbled by what may come, forgetting what has passed

Give me the flute and sing, for singing is the justice of the heart,
and the whimper of the flute remains even after the sins have vanished

Give me the flute and sing, and forget any ailment or medicine,
For people are lines, written, but with water.

About these ads
  1. zulfikar
    July 12, 2010 at 13:29 | #1

    Selamat Muktamar Muhammadiyah yag 1 abat

  2. troy
    December 28, 2010 at 13:26 | #2

    bagussssss…………

  3. trip
    December 28, 2010 at 13:39 | #3

    kerenn….cool

  4. bintang arafat
    September 28, 2013 at 21:35 | #4

    Mantap dah ini dia yang ulun carii

  5. September 30, 2013 at 20:48 | #5

    terus?

  6. December 5, 2013 at 02:41 | #6

    ciyus… miyapah… ;D. Thank for reading…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: